kunci keberhasilan adalah bersabar, berusaha dan berdoa.

GreenPeace

TIPS PEDULI LINGKUNGAN

Hal yang sederhana, ternyata tidak bisa kita lakukan untuk memberikan penghargaan terhadap lingkungan hidup, dan itu terkait erat dengan kebiasaan kita sehari-hari. Kita mulai dari hal yang paling sederhana.

Menggunakan Kantong Kertas atau Kain, Ketika Berbelanja

Biarpun akan ada tanggapan aneh dari orang lain, kita bisa mulai membiasakan diri membawa kantong belanjaan sendiri ketika kita berbelanja. Seperti yang kita ketahui, banyak pasar baik tradisional maupun modern, menggunakan kantong plastik untuk membawa barang belanjaan. Kantong plastik adalah terbuat dari bahan yang sulit diurai oleh tanah, dan seringkali penggunaan kantong plastik hanya sekali pakai dan langsung dibuang. Kebiasaan ini bisa dihilangkan dengan menggunakan kantong kertas dan atau kantong kain yang bisa dipakai berulang kali. Apabila kita melakukan hal ini, otomatis penggunaan kantong plastik akan berkurang dan memberikan pengurangan sampah plastik di tanah. Berikut akan kita pelajari juga mengenai beberapa fakta mengenai sampah plastik:

a. Ketika kita membuang sampah plastik atau segala sesuatu yang terbuat daru plastik (kantong plastik, bungkus permen dan sebagainya), membutuhkan 200-400 tahun untuk mengurainya.

b. Jangan membakar sampah plastik, karena jika kita membakar sampah plastik sama saja menambahkan racun yang sangat berbahaya pada udara yang setiap saat kita hirup. Asap hasil pembakaran tersebut mengandung racun kimia yang bisa menyebabkan antara lain penyakit pada saluran pernafasan, kanker paru-paru, dan sebagainya.

c. Apabila kita membuang sisa makanan yang terbungkus rapat dalam kantong plastik, makanan tersebut masih akan berada dalam bentuk yang sama selama 10 tahun. Hal ini terjadi karena plastik pembungkusnya menghambat proses pembusukan yang seharusnya terjadi.

Memanfaatkan Kertas Bekas Menjadi Hal Yang Lebih Berguna

Contohnya kita bisa memanfaatkan limbah kertas menjadi kertas daur ulang. Beberapa tahapan sederhana bisa digunakan sebagai acuan untuk membuat kertas daur ulang.

Alat yang diperlukan:
Papan kayu atau triplek, kain tipis, screen kerapatan 36 atau 38, rakel, blender, bak besar dan ember.

Bahan yang diperlukan:
Kertas bekas disobek-sobek (direndam semalaman), karakteristik, pewarna alami atau buatan, pemutih dan lem (jika diperlukan).

Langkah-langkah pembuatan:

  1. Siapkan rendaman sobekan kertas
  2. Siapkan papan yang telah dilapisi kain
  3. Blender kertas dengan air, perbandingannya 1:3 hingga menjadi bubur kertas (pulp)
  4. Masukkan bubur kertas ke dalam bak yang telah diisi air satu per empat bagiannya
  5. Ulangi langkah tiga dan empat kira-kira tujuh atau delapan kali
  6. Blender karakteristik dan pewarna alami secara terpisah dengan sedikit air
  7. Masukan ke dalam bak. Aduk rata
  8. Blender satu setengah sendok teh lem dan air
  9. Berdirikan papan dengan kemiringan kira-kira 45 derajat. Basahi papan dengan air
  10. Masukkan screen ke dalam air. Saring bubur kertas dengan screen secara merata
  11. Tempelkan screen pada papan. Gunakan rakel untuk meniriskan air pada screen hingga air tidak menetes lagi kemudian lepaskan screen
  12. Ulangi langkah 10 dan 11 hingga kertas di bak habis
  13. Jemur papan di tempat panas. Kertas akan kering sekitar tiga jam. Jika diletakkan di ruang tertutup, kertas akan kering keesokan harinya
  14. Setelah kering, cabut kertas secara perlahan agar tidak robek
  15. Kertas daur ulang siap digunakan

Kita bisa memanfaatkan kertas daur ulang untuk membuat kartu lebaran, ulang tahun, frame pas photo dan aneka kerajinan lain.

Selain dua hal diatas, kita juga bisa menerapkan beberapa hal yang lebih sederhana dalam kegiatan kita sehari-hari. Antara lain:

  1. Mengurangi penggunaan listrik di rumah, misalnya selalu mematikan lampu apabila tidak digunakan
  2. Merawat alat elektronik yang digunakan di rumah, seperti televisi,  kulkas, AC, oven, mesin cuci dan komputer
  3. Meggunakan air secukupnya, jangan biarkan air berlimpah di bak mandi
  4. Menggunakan  kendaraan umum, atau apabila lokasi tujuan tidak terlalu jauh, bisa ditempuh dengan jalan kaki atau sepeda
  5. Gunakan lampu hemat energi
  6. Menyiram tanaman pada pagi atau menjelang malam agar air tidak menguap dan tidak digunakan terlalu banyak
  7. Buat kolam kecil atau sumur resapan air di rumah, untuk bisa menampung air hujan untuk keperluan rumah tangga
  8. Cek emisi karbon kendaraan pribadi secara rutin
sumber : indonesiapintar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: